Percakapan sekolahku hari ini: setan nikotin dengan pola pikir - Aluska.ID

Pilihan

Home Top Ad

Post Top Ad

Jumat, 08 Maret 2019

Percakapan sekolahku hari ini: setan nikotin dengan pola pikir



 Dunia sekitarku hari ini, Rabu, 20 Februari 2019.

Tadi pagi, mata pelajaran biologi membahas masalah rokok, yang dibahas langsung oleh perokok aktif di tempat ini. Dalam presentasinya, mereka menjelaskan hal-hal mengenai rokok, dimulai dengan pengertian umum mengenai rokok, hingga kebaikan dan keburukannya. Seperti halnya memperjuangkan banyak hal lain, tentu muncul pembelaan di mana orang-orang mengeluarkan argumennya. Tentu dengan data yang mereka anggap betul, dan kami tidak memeriksa data apapun tadi pagi.

Sesi tanya jawab diawali dengan pertanyaan menusuk yang mempertanyakan moralitas sang pemberi argumen. Langsung menetapkan poin dengan kesepakatan bahwa jika salah adalah sesuatu hal yang memberikan pengaruh buruk terhadap diri sendiri dan orang lain, seorang penanya menyimpulkan bahwa menjadi perokok aktif itu jelas-jelas salah. Memangnya siapa yang ingin menyanggah kalau merokok tidak memberikan pengaruh buruk terhadap diri sendiri dan orang lain?

Setelah beberapa pertanyaan mengenai topik rokok ini pun selesai. 

Kata guru kami, ini semua soal pola pikir. 

Dari sudut pandang saya, tentu saya setuju dengan pendapat Carol Dweck yang berkata bahwa pola pikir adalah ide sederhana yang membuat semua perbedaan. Berdasarkan teorinya juga, pola pikir dibagi menjadi dua, yakni pola pikir tetap dan pola pikir berkembang yang berdasar pada perilaku (dalam hal ini bagaimana reaksi orang-orang terhadap kegagalan).

Mereka yang memiliki "pola pikir tetap" percaya bahwa kemampuan sebagian besar adalah bawaan lahir dan menafsirkan kegagalan sebagai kurangnya kemampuan dasar yang diperlukan, sementara mereka yang memiliki "pola pikir berkembang" percaya bahwa mereka dapat memperoleh kemampuan apa pun asalkan mereka menanamkan usaha atau belajar.

Menurut Dweck, pola pikir berkembang "akan mengijinkan seseorang untuk menjalani hidup dengan kadar stress yang lebih sedikit dan kadar berhasil yang lebih banyak."

Pada sebuah wawancara tahun 2012, Dweck menjelaskan kedua pola pikir, tetap dan berkembang:
In a fixed mindset students believe their basic abilities, their intelligence, their talents, are just fixed traits. They have a certain amount and that's that, and then their goal becomes to look smart all the time and never look dumb. In a growth mindset students understand that their talents and abilities can be developed through effort, good teaching and persistence. They don't necessarily think everyone's the same or anyone can be Einstein, but they believe everyone can get smarter if they work at it.
Tapi, berkaitan dengan pola pikir, merupakan hal yang sangat rumit untuk pikiran saya. 

Jika pola pikir dapat berkembang, seharusnya ada banyak cara (—jika mereka ingin) untuk menggantikan cara berpikir yang kurang baik dengan yang lebih baik. Kemudian, mungkin bisa kebaikan datang.

Entah mengapa juga, saya menelaah kegiatan tadi pagi. Padahal, kegiatan tersebut merupakan presentasi a la anak SMA yang tanpa fakta. Diselimuti oleh opini yang bertubi-tubi.

Demikianlah cerita saya hari ini. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad